Monday, August 19

ku simpan rasa.

Kadang - kala,
Ku simpan perkataan,
Tidak dapat ku luahkan,
Kerna menjaga perasaan insan,
Kalimat - kalimatku tersangkut,

Bahasaku direbut,
Aku berlidah petah tapi bisu,
Aku bermadah tapi kelu,
Mengapa daku terbungkam?

Kerna,
Agar tiada tangisan atau dendaman,
Oleh perkataan jika dilontarkan,
Enggan engkau yang terguris,
Atau perasaanmu terhakis,
Sekalipun jantungku terhiris.

Ku telan rasa yang berisi luka,
Lalu ku berikan diam atau senyuman.

Tapi,
Di sebalik kepura - puraan menjaga perasaan,
Jiwaku menggelepar bergelora,
Menuntut hak bersuara,
Ingin memberita apa yang ada dalam benaknya.

Jika kau tahu perkataan yang dibisu itu,
Jika kau faham apa yang ku diam,
Jika kau menelaah madah yang tidak ku luah,
Kau akan tahu betapa benarnya aku,
Kau akan perasan betapa daku telah berkorban,
Kau akan rasa betapa aku menyimpan derita.

Tapi,
Ku pendam dan telan buat sekian,
Hanya kerna,
Ingin menjaga perasaanmu agar tidak terganggu,
Sekalipun sengsara di dadaku telah pun tepu.

Cuma,
Bila tiba masanya,
Ketika rasa membuak duka,
Tanpa bahasa, tanpa kata,
Kan ku ubati luka dengan jalan yang tidak dijangka.

(Dr. MAZA)

No comments: