Friday, September 19, 2014

mati.

Saat tiba nafas di ujung hela,
Mata tinggi tak sanggup bicara,
Mulut terkunci tanpa suara.

Bila tiba saat berganti dunia,
Alam yang sangat jauh berbeda,
Siapkah kita menjawab semua,
Pertanyaan..

Bila nafas akhir berhenti sudah,
Jantung hatipun tak berdaya,
Hanya menangis tanpa suara.
Ooo..

Mati tak bisa untuk kau hindari,
Tak mungkin bisa engkau lari,
Ajalmu pasti menghampiri.

Mati tinggal menunggu saat nanti,
Ke mana kita bisa lari,
Kita pastikan mengalami,
Mati..



Kerna sesungguhnya daripada Dia kita datang, kepada Dia kita kembali. Kita tak tahu bila Allah akan cabut nyawa kita. Mungkin kita rasa kita sihat lagi, kita muda lagi, kita kuat lagi. Tapi bagi Allah, semuanya tak mustahil. Segalanya kan berlaku tepat pada masanya. Tak cepat sesaat tak kurang sesaat. Orang kata, "ajal maut di tangan Tuhan". Tapi terkadang, kita lupa jugak. Manusia dan an-nisyan.

Dalam Quran, banyak kali Allah cerita kat kita pasal orang-orang terdahulu yang tak nak percaya akan kewujudan kehidupan selepas mati. Bahawa sesungguhnya, selepas mati kita akan berjumpa dengan Allah dan di situlah kita akan ditentukan sama ada ke syurga atau sebaliknya.

"Tentang apakah mereka bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, (berita kebangkitan manusia hidup semula menerima balasannya). Yang mereka (ragu-ragu dan) berselisihan mengenainya.
(Surah An-Naba', 78 : 1 - 3)

"Patutkah manusia (yang kafir) menyangka bahawa Kami tidak akan dapat mengumpulkan tulang-tulangnya (dan menghidupkannya semula)? Bukan sebagaimana yang disangka itu, bahkan Kami berkuasa menyusun (dengan sempurnanya segala tulang) jarinya, (tulang yang lebih halus dari yang lain). (Kebenaran itu bukan tidak ada buktinya), bahkan manusia (yang ingkar) sentiasa suka hendak meneruskan perbuatan kufur dan maksiat (di sepanjang hayatnya, sehingga ia tidak mengakui adanya hari kiamat). Dia bertanya (secara mengejek): "Bilakah datangnya hari kiamat itu?"
(Surah Al-Qiyamah, 75 : 3 - 6)

Dan banyak lagi ayat yang serupa.

Moga kita sentiasa beringat dan beramal sebagaimana seseorang yang mahukan syurga. Dalam setiap apa yang kita buat, raihlah redha dari-Nya. Kerana dengan itu saja yang akan membawa kita ke Jannatul Firdausi-Nya.

Ya Allah, ampuni aku. Sedang aku masih dalam kejahilan.

Moga dipermudah. Masih berbaki tiga!