Friday, May 22

hopeful hearts.

Hati hati mereka diikat dengan janji dan matlamat yang satu. Walau jauh mereka merentasi benua beribu batu, namun masih terpancar wajah ceria dari hati penuh bahagia. Masih tetap setia bersama melapangkan jiwa demi Jannah dirindui. Allahu..

Tersentuh aku melihatnya. Semangat dan keyakinan itu yang aku kagumi. Hanya terus asa tanpa ragu terhadap diri. Sungguh, yang Maha Mencipta pasti kan lebih memahami. Biar bergunung kelemahan makhluk yang dicipta, namun rahmat-Nya senantiasa menghampiri.

Berulang kali diperingatkan tentang harapan yang senantiasa mengiringi. Manusia dan ujian, manusia dan kesilapan, tak akan pernah terpisah. Dan kerana itu, bersangka baiklah dan terus berlari kembali kepada Dia. Yakinlah bahawa Tuhan sedang menapis jiwa jiwa yang sejati.

happiness.

Happiness by Ibn Faqih.
IlmFest, PICC.

What is happiness and how do we obtain it?

Happiness means different things to different people. If you ask a single brother, his idea of happiness is getting married already. If you ask a married person, happiness might be having children. For people with children, it might be them behaving!

People used to define happiness as a subjective sense of well-being, but it turns out that's missing something. You can "feel happy" from eating chocolate, shopping, or chilling with friends, but once done you're miserable again. True happiness requires a sense of purpose and meaningful engagement, plus the feelings of well-being. Where does this feeling come from? We believe it comes only from righteousness, and studies can confirm that. There was a study in which two groups of people were given money, the first were told to spend only on themselves. The second group was told to spend the money on someone else.

Guess which group came back happier?
The one that did good. :)

Allah says in the Quran that those who do good, will not experience misery. We know that serving others and doing good is the key to genuine happiness, it creates purpose and meaningful engagement. The other key element to happiness is an understanding of reality, making sense of your existence and place in this world. That is where we, as people of faith, have an advantage. We know why we're here. We have a sense of purpose. Some people seek happiness through the perfect life, but all things in this world are temporary, only one is forever. There is no true satisfaction or happiness except Jannah, but the path to Jannah itself is also happiness to walk upon.

10% of your happiness is determined by external factors, the other 90% comes from how you perceive these factors. Think of the people who have everything in the dunia, but they're miserable, versus, those with nothing who are truly happy. There are people who see any test is life as an opportunity, versus those who see same issues as a threat. Two people can have the same disease or loss, and one can make the most of it and the other can be reduced to nothing. Experts, regardless of their religious beliefs or absence thereof, agree that happiness starts with gratitude.

Umar Ibn Zubair said, "Indeed we found joy in sabr."

A person without sabr will never experience happiness. To Allah belongs all that He gives and to Allah belongs what He takes. We praise Allah for what he gives and what he takes. This quote from Umar Ibn Zubair, who lost his 1st son and praised Allah for preserving the others rather than grieves. Turns out money can actually buy you happiness, but only when you spend it on other people. When you repent after a sin, Allah loves you, and when He loves you, those around you turn to you with love as well.


In short, we can conclude that happiness comes from 3 things: 
1. Gratitude for blessings. 
2. Patience during adversity. 
3. Repentance after sin. 

The wise man knows that a heart cannot found true happiness unless it is sound, qalb salim.
SubhanAllah, indeed a heart-opening!

Tuesday, May 19

see you again.

It's been a long day without you my friend,
and I'll tell you all about it when I see you again.
We've come a long way from where we began.
Oh I'll tell you all about it when I see you again.

Why do you have to leave so soon?
Why do you have to go?
Why do you have to leave me when I needed you the most?
Cause I don't really know how to tell ya without feeling much worse.
I know you're in a better place and it's always gonna hurt.
Carry on, give me all the strength I need.
To carry on.


See you again. :)

Special dedication for all my long lost friend wherever you are.
Even if it has been a long time we never spend time together, but deep in my heart you are still there.
May Allah the most merciful always take care of you.

Sunday, May 10

keamanan.

"There is no way to peace. Peace is the way!" (Mahatma Gandhi)

Saat nafas seakan tersekat.
Kelu lidah menuturkan ucap.
Seksa jiwaku batin terikat.
Akal ligat membuntu akhirnya.

Definisi hidup yang aman tidak dapat ku amati lagi.
Pabila manusia mengagungkan wang lebih dari pencipta-Nya sendiri.
Dulu aku naif tidak pernah melihat realiti hari ini.
Kini Tuhan telah buktikan dan ada tanggungjawab yang perlu ku gagahi.

Hari ini generasiku dirundung kesempitan jiwa dalam diri.
Mahu saja keluar dari belenggu kehidupan yang mencengkam tanpa disedari.
Hendak disalahkan siapa lagi tentang segala polisi duniawi ini.
Atau salah diri sendiri yang tidak mengimplementasi kudrat akal yang diberi.

* * *

Kesedihan melanda diri tatkala melihat bumiku penuh kegilaan.
Mungkin masih ada sisa harapan tetapi aku risau jika isu yang kecil ini bisa menular, membesar dan memecah belahkan generasi ku dan anak-anakku.
Wahai pemimpin kami, berhenti sejenak dan fikir fikirkanlah nasib diri rakyat mu ini sebagaimana besarnya amanahmu yang bakal dipersoalkan di akhirat kelak.
Jika benar kau cinta pada nusa, bangsa dan agama, fikir fikirkanlah sama ada tindakan ini bisa bawa dirimu ke syurga atau mencampakkan kau ke alam durjana.

Dengarlah, suara kecil hati ku ini.
Cukup cukuplah bersaing, bertikam lidah, saling memburukkan.
Semuanya itu takkan pernah membawa kepada kebaikan dan keamanan.
Sempurnakanlah hari hari mu dengan diplomasi cinta dan bahagia.
Itulah sebaik-baiknya.

Ku dambakan negara yang aman merdeka.
Merdeka dari berantakan jiwa yang terseksa.

"Dan tidaklah sama (kesannya dan hukumnya) perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat. Tolaklah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berlaku demikian maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib."
(Surah Fussilat, 41 : 34)

*Of GST, 1MDB & TH
(Sigh!)

Saturday, May 2

youthace.

Suatu rasa yang mungkin tidak boleh dihindari.
Seperti mana engkau diberi faham tentang sesuatu.
Tetapi kau masih bersikap acuh tak acuh untuk bertindak dan menyampaikan kepada orang lain.

Kau rasa kau fail!
Kau rasa sedih yang teramat.
Kau kecewa dengan sendiri.

Kerana sepatutnya kau lah yang menjadi agen perubahan.
Tetapi tanpa kau sedar kau menjadi agen perosak yang makin memburukkan keadaan.
Apakah ini sepatutnya seorang yang beramal dengan ilmunya akan lakukan?

Pandanglah pula pada diri sendiri.
Sudahkah menjadi philanthropist yang memaknai hakikat diri.
Untuk memberi sebanyak banyak kepada manusia tanpa penat dan jemu.

Seberapa banyak halangan adalah sebenarnya dari diri sendiri.
Bertindaklah melawan arus dan keluarlah dikau dari zon selesa.
Hidup ini bukan semata mata untuk diri sendiri.

Berbaktilah untuk manusiawi!

* * *

Word of the day;
ACTION!

Infiru!
Baadiru!

smile.

Lautan manusia sanggup diredahi.
Biar terpaksa disogol dan dihimpit berkali kali.
Cuacanya tak kurang juga membakar dinihari.

Biarpun apa jua keadaannya.
Dia tetap gagahi jua jalan ke sana.
Mungkin itu sahaja yang bisa memberinya bahagia.

Agaknya beginikah di Mahsyar nanti.
Padatnya manusia, matahari sejengkal cuma.
Dan keseorangan membawa diri bersama ragam manusia.

Tiada lagi talian hayat yang bisa membantu.
Ibu ayah adik beradik terputus sudah haluan yang satu.
Moga doa menjadi penyatu di sorga hingga ketemu.

* * *

Of pbakl and my missing sister.
Really tired yet Allah still gave me some happiness.

'Can I have your smile?'

Surely will not forget this!
Thank you Allah.